Tampilkan postingan dengan label tentang diriku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang diriku. Tampilkan semua postingan

tahun tahun tahun...

29 Desember 2009

saya tidak memiliki terlalu banyak memori masa kecil tentang pesta atau perayaan ulang taun. karena menurut saya ulang taun bukanlah sesuatu yang besar. bukan sesuatu yang perlu dirayakan.
disini saya bukan membicarakan tidak boleh -karena tidak ada ceritanya merayakan hari ulang taun di ajaran islam- tapi yaa... bukan hal yang besar, dan tidak perlu dirayakan. itu saja.

semenjak kecil, semenjak saya bisa mengingat hari ulang taun saya, tidak ada yang spesial untuk kalangan keluarga. mama biasa mengucapkan selamat dan memberi kecupan, lalu bertanya saya ingin kado apa. belum dijawab, biasanya papa memberikan pertanyaan tipikal, gimana rasanya badan anget? jadi tinggi? lalu kadang ada sukuran kecil-kecilan, tidak mengundang siapa-siapa, hanya keluarga inti. mama masak opor ayam, dan sebelum disantap, kami berdoa bersama.


kado? coba saya ingat-ingat...
ah, lebih baik tidak usah diingat-ingat kado-kado yang kurang sesuai permintaan, yang kurang tepat waktu dan kurang tepat peruntukannya itu. hehehe...
ada satu kado yang tidak saya minta, tetapi senang sekali ketika menerimanya. buku harry potter dan batu bertuah. kadonya dari mbak, kakak saya.

yang paling menempel di otak saya tentang ulang taun bukan ucapannya, bukan perayaannya, bukan kadonya.. tapi lebih ke arah pemahaman bahwa hari ulang taun adalah hari yang biasa saja, tidak ada yang berbeda dengan hari yang lain. badan kita tidak menjadi lebih hangat dari biasanya, atau meninggi lebih dari biasanya, mata hari tetap terbit dari sebelah timur... ucapan-ucapan papa lah yang paling menempel di otak saya.

ya,
saya tidak biasa membesar-besarkan ulang taun seperti merayakan atau mendapat kado.
tapi untuk ulang taun orang lain di luar keluarga inti, beda lagi. saya cukup rajin memberi teman-teman saya selamat ulang taun, bahkan sering kali mengusahakan mengucapkan pada jam 00:00. tidak lupa minta ditraktir, yaa cukup sekedarnya saja lah. di beberapa kesempatan, saya juga memberi kado.
alasan mengapa saya melakukannya adalah saya sangat mudah mengingat angka-angka. lalu kenapa? saya sangat mudah mengingat angka-angka seperti nomor telepon. lalu kenapa?? saya sangat mudah mengingat angka-angka seperti nomor telepon dan tanggal ulang tahun.
alasan lainnya, karena saya menghargai orang-orang yang sangat peduli dan sangat memikirkan hari ulang taun.

Read more...

ngakunya olahragawan

14 April 2009

baru saja saya mencoba kuis di facebook, What Career is Most Suitable for Your Personality? dan saya ingat sesuatu... saya suka berkegiatan. saya suka bergerak. saya suka berkeringat.. olahraga? begitulah.

dulu ketika masih di sekolah dasar, sd, saya disuruh berenang oleh papa. belum bisa sama sekali, jadi tepatnya bukan berenang, tapi belajar berenang. kolam renang yang dipilih adalah yang paling dekat dengan rumah... kolam renang cipadung. tidak usah diceritakan bagaimana kondisi kolam renangnya dulu, yang pasti sekarang saya tidak mau lagi berenang di sana.
setelah saya bisa gaya bebas, saya jadi ketagihan berenang. saya belajar gaya dada dan punggung tanpa pelatih. hasilnya keduanya hanya "asal meluncur" saja.
tapi kalau sekarang saya berenang, saya memilih gaya bebas dan gaya dada. tergantung kondisi, kalau ingin "berkeringat" saya pilih gaya bebas, dan kalau hanya berenang iseng, saya pilih gaya dada.

ketika smp, saya ikut ekstra kulikuler tenis meja. dan kebetulan saat itu papa beli mejanya, jadi di rumah bisa berlatih.

kira-kira setahun setelah itu, entah mengapa, saya gabung pencak silat merpati putih. mungkin karena lumayan banyak tetangga di komplek yang sudah lebih dulu menjadi anggota merpati putih. kondisi fisik paling prima yang pernah saya rasakan adalah di saat-saat ini, ketika saya rajin latihan merpati putih. seminggu dua kali, dan dengan porsi yang cukup hebat untuk anak smp.

sayang sekali, saya tidak terlalu bertahan lama di merpati putih. jadwal latihan yang sering bentrok dengan jadwal pemantapan, les, dan lain-lain, ketika sma saya tertarik untuk bersepeda. awalnya saya senang bersepeda di sekitar komplek, tapi selalu merasa kurang jauh. kebetulan guru les bahasa inggris saya pengguna sepeda. dia dari scotland, dan katanya, dia ke indonesia dengan sepeda. believe it or not. dan saya sangat kagum dengan sepedanya yang begitu besar (menyesuaikan dengan tubuhnya yang tinggi) namun sangat ringan. dia merekomendasikan toko sepeda langganannya, dan jadilah saya beli sepeda.
biasanya saya bersepeda ke lembang setiap hari minggu, pernah juga dari panaruban ke bandung.
sayang sekali, olahraga ini lebih cenderung ke arah hobi. mengapa saya bisa berpendapat seperti itu? karena - pengalaman pribadi - semakin lama saya bersepeda, semakin banyak tuntutan yang harus dipenuhi (baca: lebih banyak barang yang harus dibeli) dari mulai helm, kaos, celana, sarung tangan dan sebagainya... lalu suku cadang si sepeda macam shock absorber, shifter, pelek dan jari-jarinya, sadel, pedal, bahkan frame. dan itu semua bukan barang-barang murah.

sekitar setahun lamanya saya ketika kuliah saya olah raga berat. dari lari pagi sambil teriak-teriak, push up sit up sambil menyanyikan lagu angkatan, bahkan beberapa hari terakhir, olah raga berat itu semakin berat, ditambah beberapa paket bonus dari para instruktur. hehehe... belum lagi pada hari-hari terakhir itu, pola makan yang juga diatur sangat ketat.

sekarang saya telah menemukan suatu kegiatan yang orang bilang adalah suatu disiplin, seni, gaya hidup, bahkan agama kedua. luar biasa... parkour. untuk saya, parkour tetaplah suatu olah raga. bisa membuat saya berkeringat, meningkatkan kemampuan fisik saya, tubuh terasa lebih bugar, dan sebagainya. selain dari sisi fisiknya, pemikiran pun diasah keras oleh latihan parkour. makanya saya sering kali "menyembunyikan" kata parkour dengan "latih fisik asah mental.

ya, mungkin kuis di facebook yang satu ini tidak terlalu melenceng jauh. bukan berarti karir saya di bidang olahraga, tapi... ya, saya suka berolahraga.

Read more...

pergi ke timur, pulang ke barat

02 Maret 2009

saya sering sekali menatap langit. terlebih lagi menatap langit sambil bersantai berleha-leha. yang saya suka saat melakukannya adalah memperhatikan awan yang bergerak tertiup angin, atau memperhatikan berkas sinar matahari yang menembus rimbunnya dahan pohon, kalau saat itu adalah siang hari. kalau malam hari, apalagi selain memperhatikan perpaduan bulan dan bintang-bintang di langit. sedangkan di pagi dan sore hari, yang saya perhatikan adalah warna langit saat matahari terbit dan terbenam.

makin sering saya melakukannya, makin saya menyadari betapa indahnya langit. perpaduan sinar bulan dan bintang, pergerakan awan, apalagi warna langit saat matahari terbit dan terbenam. ada sesuatu yang lain selain dari yang terlihat. pengaruhnya pada pikiran dan saya perasaan sangat besar.

sulit diungkapkan sepenuhnya dengan kata-kata... namun kira-kira seperti ini:
ada semangat baru yang selalu saya dapat setiap melihat langit saat matahari terbit. seakan ada sosok tak-terlihat yang mengatakan, "semoga harimu menyenangkan, mux", rasanya ia -si sosok tak-terlihat- meyakinkan saya untuk menjalani hari lebih baik dari hari sebelum-sebelumnya, dan ia berjanji untuk menemani saya menjalani hari, mendukung saya sepenuhnya.

agak sedikit berbeda dengan matahari terbenam... sosok tak-terlihat akan mengatakan "bagus sekali apa yang telah lakukan hari ini, jangan lupa untuk mengevaluasi diri, sampai jumpa esok pagi" sepertinya ia mengantarkan saya ke waktu istirahat di malam hari, mengingatkan hal-hal yang harus saya lakukan, dan untuk segera beristirahat setelah menyelesaikan semuanya.

mungkin hanya itu yang bisa saya ceritakan tentang matahari terbit dan terbenam. saya hanya berharap rumah saya ada di daerah sebelah barat, sehingga setiap pagi saya pergi ke timur, dan sore hari saya pulang ke barat.

Read more...

pakai terus sampai mampus!

25 Februari 2009

entah mengapa saya punya kebiasaan memakai pakaian hingga lusuh, barulah memikirkan untuk mengganti dengan yang baru.. ya, baru memikirkan untuk mengganti dengan yang baru setelah lusuh!

jaket, biasanya kerah dan ujung lengannya yang duluan lusuh. hmm... sobek-sobek, lebih tepatnya.
kemeja, hingga warnanya sudah sangat pudar. ingat iklan deterjen "cuci-kering-pakai"? istilahnya... bladus!
celana panjang, tidak usah panjang-lebar... sobek-sobek! bukan, bukan di daerah lutut seperti anak-anak punk atau orang-orang yang kadang dengan sengaja melubangi celananya... tapi di bagian pantat, terutama saku kanan-belakang, dan di bagian selangkangan. bukan apa-apa... tapi paha saya memang sedemikian besarnya!
kaos pun bernasib serupa, hingga luar biasa tipis, sebelum kemudian dialih-fungsikan dari kaos untuk jalan-jalan menjadi kaos untuk di rumah.

ada seorang teman, abah, bilang -dalam bahasa sunda- yang artinya kira-kira seperti ini, "ah, kamu kaya anak ayam di kandang yang kekurangan makanan" berhubung mama -ibu saya- adalah seorang penjahit.
tapi kata mama tersayang, "kamu nggak kayak orang normal"
ah, biarlah orang kata apa...

ingin terlihat nyentrik? jelas. maksudnya... jelas bukan itu alasannya. irit? hmm... mungkin.

Read more...

ngglewar

16 Oktober 2008

Menurut analisis seorang psikolog kondang, Prof. Dr. Sawitri Supardi... (Bu, sebenarnya tanpa saya promosikan, Ibu sudah kondang) saya punya mental nggelewar. itu bahasa jawa, artinya tidak teguh pada target yang sudah ditetapkan.

beberapa hari yang lalu, saya punya rencana pergi ke bengkel motor untuk mengganti oli dan sepaket rantai beserta gearnya. sebelum berangkat ke bengkel, kira-kira jam11... saya menerima telepon dari seorang teman. katanya, dia bersedia menemani saya ke bengkel, asalkan dia ditemani menunggu teman kami seorang lagi untuk sekedar bertemu. *bingung karena terlalu banyak kata "teman" digunakan? jangan*
oke, saya menemaninya menunggu...

waktu zuhur tiba, sang teman yang ditunggu belum datang. saya sholat zuhur.
waktu makan siang hampir lewat, sang teman pun belum muncul. saya makan siang.
waktu terus berjalan, sang teman masih belum muncul. saya mulai tidak sabar.
waktu ashar tiba, sang teman belum kelihatan batang hidungnya. saya sholat ashar.

akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke bengkel seorang diri, meninggalkan teman yang tadi saya temani untuk menunggu sang teman yang tak kunjung tiba. dan seorang teman yang lain datang menghampiri, menawarkan diri untuk menemani saya pergi ke bengkel. oke, dengan senang hati saya terima tawarannya. terimakasih teman.

setibanya di bengkel... saya mendatangi tempat pendaftaran... dan ditolak
"sudah tutup" ujarnya. mungkin maksudnya antriannya sudah terlalu panjang dan waktunya terlalu sore...

siaal... padahal saya punya waktu dari jam11... dasar ngglewar!!!

Read more...

tinggi/berat: ...cm/...kg

27 Juni 2008

Posting berlabel "tentang diriku" yang ketiga nih.. Agak kurang pantes jg sebenarnya, menurut saya sendiri, posting banyak tp baru sedikit yang isinya menceritakan diri sendiri. Kayak ngobrol panjang lebar padahal belum kenalan...

Oke, langsung ke titik (to the point) aja ya? Pertama saya ingin cerita.. Dulu waktu masih kecil, saya dan mbak -kakak saya- kira-kira sebulan sekali, setelah bangun pagi, bersandar di tembok. Kemudian papah datang membawa penggaris segitiga, spidol marker dan meteran. Penggaris segitiga untuk ngepasin tinggi badan ke tembok, spidol marker untuk nandain tembok, meteran... Ya untuk ngukur. Ya, kira-kira sebulan sekali tinggi badan kami diukur.

Itu tadi tentang tinggi badan. Kalau berat badan... saya jarang memperhatikan berat badan saya sendiri waktu kecil dulu. Saya mulai memperhatikannya kurang-lebih sewaktu saya masih SMA. Itupun yang saya ingat hanya berat badan saya sepanjang tahun terakhir di SMA.

Jadi berapa? Hehe.. Tinggi badan saya mentok di 163cm. Banyak yang komplen sih, katanya saya lebih tinggi dari itu. Yaa... 165cm lah. Ya sudah, saya ikut mereka, tinggi saya 165cm.

Berat badan sy sangat fluktuatif. Yang saya ceritakan tadi, berat badan saya sepanjang tahun terakhir di SMA adalah 68kg. Tahun pertama lulus SMA berkisar 68-70kg. Tahun kedua, awal masuk ITB -iya deh, saya visioner- berkisar 70-72kg. Itu artinya di awal-awal OS HMS ITB. Di akhir, setelah pelantikan, drop -wajar lah- sampai 64kg. Nah, setelah itu lebih fluktuatif. Setahun setelah 64kg, naik 10kg dan tahun kelima di ITB berat badan saya mencapai 84kg! Dan demi kemaslahatan umat -menuju pernikahan mbak- saya diet dengan satu produk susu penurun berat badan. Dalam 2 bulan berhasil turun 7kg, dan sebulan sesudahnya saya berhenti menggunakan produk itu tapi tetap menjaga pola makan. Dan turun lagi 2kg. Di luar bentuk tubuh yg juga fluktuatif, berat badan terakhir adalah 75kg.

Read more...

panggil saya "mux"

12 Mei 2008

dimulai dari seorang kawan yang "katanya" suka bokep, saya panggil dia boSkep. trus saya jadi sering nyelip-nyelipin "S" di tengah kata atau nama, misal: gaSwat untuk gawat, keSmod untuk kemod. iseng doang, seiseng balik-balikin nama orang,
misal: dang koki untuk kang dodi, sang ikhan untuk kang ikhsan, mang ikan untuk kang iman.

balik ke masalah selip-selipan "S" lagi... jadi kalo diselipin "S", nama saya jadi mugsni... tapi kurang mantep!
dirubah jadi mugzni... tetep kurang mantep,
jadi muxni... kepanjangan,
mux... OK!

jadi ini perubahan nama saya:
mugni->mugsni->mugzni->muxni->mux
gayanya mah metamorfosis!
so... panggil saya "mux"

Read more...

kenalkan, nama saya "kesalahan"

02 April 2008

posting perdana ini saya persembahkan untuk papah-mamah, aki-nini, dan eyang-eyang (eyang kakung dan putri tentunya) yang semuanya udah nyumbangin idenya untuk ngasih nama anak /cucunya ini...

nama saya mohamad mugni taufik, saya lahir di kota kembang -yang konon dihuni wanita2 secantik dan seharum kembang- bandung. tanggalnya nanggung banget, dibilang ahir taun, bukan 31 desember, tapi sehari sebelumnya: 30 desember. taunnya ngga penting lah yaa...

oke, kenapa judul postingannya seperti itu adalah:
satu: mohamad, sebenernya dan seharusnya diambil dari nama nabi terahir, rasulullah muhammad saw. so? "o" di nama saya seharusnya diganti "u" dan "m" kedua seharusnya dobel!
dua: mugni, diambil dari 'asmaul husna, al-mughni. nah... berarti ada 2 kesalahan. "g" di nama saya seharusnya diganti "gh", dan karena al-mughni adalah salah satu sifat Allah, jadi sebelum nama mugni seharusnya ada "abdul" atau "abdullah" yang artinya "hamba Allah yang bersifat.."
tiga: taufik, seharusnya "taufiq" kan?
triple kill!!

so? kenalkan, nama saya "kesalahan"

Read more...

kotak berteriak

rating-rating ratinglah

cari-cari carilah

amazone produck previews

  © Free Blogger Templates Nightingale by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP